Hadapi Berita Hoax Dan Hate Speech, Polri Kedepankan IWO Sebagai Pemersatu Negara Indonesia - WIKIPEDIA POLISI

Breaking

WIKIPEDIA POLISI

BLOGGER POLRI HALO DUNIA NETWORK

Post Top Ad

Post Top Ad

Monday, September 11, 2017

Hadapi Berita Hoax Dan Hate Speech, Polri Kedepankan IWO Sebagai Pemersatu Negara Indonesia

Polrestabes Surabaya, 11/09/17 : Sebanyak 132 juta jiwa (51 persen) penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Dengan jumlah yang besar maka berpotensi untuk menyebar berita hoax dan ujaran kebencian (hate speech).

Dia mengatakan, seperti dikutip dari laman We are Social, pada bulan Januari 2017 dari sekitar 262 juta jiwa penduduk Indonesia, sebanyak 132 juta jiwa (51 persen) telah menggunakan internet.

“Bahkan jumlah handphone yang beredar melebihi dari jumlah penduduk, yakni 371,4 juta (140 %), ini berarti tingkat ketergantungan internet masyarakat Indonesia sangat luar biasa,” ujar mantan Kapolrestabes Surabaya itu.

Polri sangat mengapreasi dengan kehadiran Ikatan Wartawan Online (IWO), sebagai wadah bagi wartawan online bernaung. Karena itu, berharap IWO menjadi garda terdepan dalam persatuan dan kesatuan bangsa dalam memberantas berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

Brigjend Yan Fitri Halimansyah menuturkan, gencarnya inisiasi informasi yang negatif sampai dengan penyebaran informasi bohong (hoax), pemberitaan yang tidak berimbang, serta banyaknya pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik, sejatinya dapat menimbulkan bibit-bibit konflik sosial yang berujung pada perpecahan antar komunitas, bahkan apabila tidak disadari dapat memecah belah bangsa yang memungkinkan terjadi konflik horizontal maupun vertikal.

“Berbagai perbuatan negatif dalam bentuk penyebaran informasi yang menyesatkan, penggunaan isu SARA dan berbagai aktifitas negatif lain yang menyertai penyebaran informasi digital meskipun telah dilarang oleh peraturan perundang-undangan, bahkan dapat berujung kepada pidana karena dianggap telah melakukan kejahatan Siber, tidak menyurut niat dari oknum tertentu untuk terus melakukan perbuatan yang terlarang tersebut,” ujar Jenderal Bintang Satu itu.

Karo Multimedia Mabes Polri Brigjend Yan Fitri Halimansyah mensinyalir, ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja membuat suatu portal media online yang difungsikan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi, pesan, konten atau berita yang bersifat provokatif, propaganda, hoax, intoleransi serta mengandung unsur SARA seperti yang dilakukan oleh sindikat Saracen.

Sumber : Bunda Lily Djafar.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad